Kamis, 25 Mei 2017

Micin Dapat Membuat Bodoh? Fakta Ini Menyatakan Tidak


Seperti yang diketahui, micin atau MSG merupakan suatu bahan yang biasa digunakan untuk memasak. Micin dipercaya dapat membuat masakan menjadi lebih gurih dan sedap.
Namun beberapa orang menghindari penggunaan micin dalam masakan karena dipercaya bisa membawa pengaruh buruk pada kesehatan tubuh.
Salah satu diantaranya adalah bisa membuat kita menjadi bodoh. Tapi apakah kenyataannya benar seperti itu?
Baiklah sebelum itu, mari kita lihat mitos tentang micin tersebut.

MITOS TENTANG MICIN
Micin sering kita dengar memiliki mitos seperti :
1. Dapat membuat kita menjadi bodoh
2. Menyebabkan pusing yang berlebihan
3. Membuat perut kita menjadi mual

FAKTANYA :
1. Dari bacaan di atas tidak ada bukti bahwa micin dapat membuat kita menjadi bodoh, karena kebodohan hanya dapat dikarenakan oleh neural damage, sedangkan micin tidak dapat mengakibatkan neuron damage.
2. Untuk mitos nomor 2 dan 3 sebenarnya biasa disebut dengan Chinese Restaurant Sydrome keadaaan dimana seseorang tidak dapat mencerna glutamat alias intoleran sama glutamat, jadi kalau misalkan Sobat Cara Sains merasa pusing dan mual sehabis mencerna micin masalah ini bukan berasal dari micin melainkan berasal dari diri Sobat yang intoleran terhadap glutamat.

Micin sebenarnya tidak benar-benar bisa membuat orang menjadi bodoh. Justru micin sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Kenapa?  karena micin mengandung zat yang sering disebut glutamat, yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein.
Selain itu, glutamat juga membantu fokus, ingatan serta konsentrasi. Glutamat juga bisa memudahkan ketika kita mempelajari hal-hal baru.
Namun lain halnya jika micin dikonsumsi secara berlebihan. Untuk itu, WHO sudah menetapkan batas aman konsumsi micin per harinya.
Menurut WHO, micin akan aman dikonsumsi jika tak melebihi 6 gram per hari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman micin sebanyak 5 gram.
faktanya bahwa orang-orang Indonesia hanya mengkonsumsi 0,65 gram perharinya.
Jadi, sekarang jangan takut lagi untuk mengonsumsi micin ya. Tapi awas jangan berlebihan mengonsumsinya ya karena yang berlebihan itu gak baik.

Micin Dapat Membuat Bodoh? Fakta Ini Menyatakan Tidak


Seperti yang diketahui, micin atau MSG merupakan suatu bahan yang biasa digunakan untuk memasak. Micin dipercaya dapat membuat masakan menjadi lebih gurih dan sedap.
Namun beberapa orang menghindari penggunaan micin dalam masakan karena dipercaya bisa membawa pengaruh buruk pada kesehatan tubuh.
Salah satu diantaranya adalah bisa membuat kita menjadi bodoh. Tapi apakah kenyataannya benar seperti itu?
Baiklah sebelum itu, mari kita lihat mitos tentang micin tersebut.

MITOS TENTANG MICIN
Micin sering kita dengar memiliki mitos seperti :
1. Dapat membuat kita menjadi bodoh
2. Menyebabkan pusing yang berlebihan
3. Membuat perut kita menjadi mual

FAKTANYA :
1. Dari bacaan di atas tidak ada bukti bahwa micin dapat membuat kita menjadi bodoh, karena kebodohan hanya dapat dikarenakan oleh neural damage, sedangkan micin tidak dapat mengakibatkan neuron damage.
2. Untuk mitos nomor 2 dan 3 sebenarnya biasa disebut dengan Chinese Restaurant Sydrome keadaaan dimana seseorang tidak dapat mencerna glutamat alias intoleran sama glutamat, jadi kalau misalkan Sobat Cara Sains merasa pusing dan mual sehabis mencerna micin masalah ini bukan berasal dari micin melainkan berasal dari diri Sobat yang intoleran terhadap glutamat.

Micin sebenarnya tidak benar-benar bisa membuat orang menjadi bodoh. Justru micin sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Kenapa?  karena micin mengandung zat yang sering disebut glutamat, yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein.
Selain itu, glutamat juga membantu fokus, ingatan serta konsentrasi. Glutamat juga bisa memudahkan ketika kita mempelajari hal-hal baru.
Namun lain halnya jika micin dikonsumsi secara berlebihan. Untuk itu, WHO sudah menetapkan batas aman konsumsi micin per harinya.
Menurut WHO, micin akan aman dikonsumsi jika tak melebihi 6 gram per hari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman micin sebanyak 5 gram.
faktanya bahwa orang-orang Indonesia hanya mengkonsumsi 0,65 gram perharinya.
Jadi, sekarang jangan takut lagi untuk mengonsumsi micin ya. Tapi awas jangan berlebihan mengonsumsinya ya karena yang berlebihan itu gak baik.

Micin Dapat Membuat Bodoh? Fakta Ini Menyatakan Tidak


Seperti yang diketahui, micin atau MSG merupakan suatu bahan yang biasa digunakan untuk memasak. Micin dipercaya dapat membuat masakan menjadi lebih gurih dan sedap.
Namun beberapa orang menghindari penggunaan micin dalam masakan karena dipercaya bisa membawa pengaruh buruk pada kesehatan tubuh.
Salah satu diantaranya adalah bisa membuat kita menjadi bodoh. Tapi apakah kenyataannya benar seperti itu?
Baiklah sebelum itu, mari kita lihat mitos tentang micin tersebut.

MITOS TENTANG MICIN
Micin sering kita dengar memiliki mitos seperti :
1. Dapat membuat kita menjadi bodoh
2. Menyebabkan pusing yang berlebihan
3. Membuat perut kita menjadi mual

FAKTANYA :
1. Dari bacaan di atas tidak ada bukti bahwa micin dapat membuat kita menjadi bodoh, karena kebodohan hanya dapat dikarenakan oleh neural damage, sedangkan micin tidak dapat mengakibatkan neuron damage.
2. Untuk mitos nomor 2 dan 3 sebenarnya biasa disebut dengan Chinese Restaurant Sydrome keadaaan dimana seseorang tidak dapat mencerna glutamat alias intoleran sama glutamat, jadi kalau misalkan Sobat Cara Sains merasa pusing dan mual sehabis mencerna micin masalah ini bukan berasal dari micin melainkan berasal dari diri Sobat yang intoleran terhadap glutamat.

Micin sebenarnya tidak benar-benar bisa membuat orang menjadi bodoh. Justru micin sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Kenapa?  karena micin mengandung zat yang sering disebut glutamat, yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein.
Selain itu, glutamat juga membantu fokus, ingatan serta konsentrasi. Glutamat juga bisa memudahkan ketika kita mempelajari hal-hal baru.
Namun lain halnya jika micin dikonsumsi secara berlebihan. Untuk itu, WHO sudah menetapkan batas aman konsumsi micin per harinya.
Menurut WHO, micin akan aman dikonsumsi jika tak melebihi 6 gram per hari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman micin sebanyak 5 gram.
faktanya bahwa orang-orang Indonesia hanya mengkonsumsi 0,65 gram perharinya.
Jadi, sekarang jangan takut lagi untuk mengonsumsi micin ya. Tapi awas jangan berlebihan mengonsumsinya ya karena yang berlebihan itu gak baik.

Minggu, 21 Mei 2017

Temuan Naufal Energi Listrik Dari Pohon Kedondong


Naufal Raziq, sang penemu energi listrik dari pohon kedondong sekarang menjadi buah bibir publik. Siapa sangka anak berusia 15 tahun dari Desa Langsa, Aceh. Mampu menemukan listrik yang sekarang digunakan untuk menerangi desanya.
Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Langsa Aceh ini menceritakan awal penelitian yang dilakukannya hingga akhirnya bisa menemukan energi listrik di pohon kedondong pagar.
Naufal terinspirasi mencari listrik dari tanaman ketika duduk di kelas VII. Saat itu dia mempelajari adanya tegangan listrik dari kentang yang dimasukkan ke dalam lempengan tembaga.
Naufal melanjutkan, sebenarnya untuk menemukan energi listrik di kedondong pagar terpikir bahwa di dalam buah terdapat kandungan asam, tentu saja pohonnya juga mengandung asam.

Bocah yang ingin seperti Thomas Alva Edison sudah melakukan penelitian sekurangnya tiga tahunan.
"Ketika itu Naufal belum tahu pohon apa. Naufal temukan pohon kedondong pagar ini bertahap sampai ke pohon mangga, belimbing, asam jawa, dan lain-lain. Itu sekurangnnya tiga tahunan," ujarnya.
Menurut dia, masing-masing dari pohon yang ditemukan selama proses menemukan energi listrik memiliki keunggulan masing-masing. Namun yang pada akhirnya digunakan untuk energi listrik ditetapkanlah pohon kedondong pagar.
"Kenapa saya gunakan kedondong pagar karena ini memiliki batang besar mudah tumbuhnya, jika kita buka kulitnya tidak busuk malah menumbuhkan dirinya," tuturnya.
Menurut bocah kelahiran 20 Maret 2002 tersebut, untuk satu lubang di pohon bisa menghasilkan tegangan listrik sebesar 1 volt atau satu lampu hemat energi, sedangkan satu pohon kedodong pagar bisa ada empat lubang. Untuk menciptakan rangkaian listrik dua lampu membutuhkan dana Rp 1,2 juta.

"Jadi kalau mau tambah voltase kita tinggal tambah alatnya sama pohonnya. satu pohon kita bisa ada empat lubang. Itu bisa menghidupkan untuk penerangan 4 pohon 1 lampu jenis hanoks atau lampu hemat energi," jelas Naufal.
Orang Tua Naufal  akan terus mendorong putranya melakukan penelitian untuk menghasilkan karya yang lebih besar.
"Setelah dia berhasil kami terus berikan
support berupa materi maupun ide baru. Awalnya ide ini memang dari Naufal sendiri," tutupnya.




Sumber Referensi: economy.okezone.com

Sabtu, 20 Mei 2017

Biografi Thomas Alva Edison Sang Penemu Lampu Pijar


Penemuan dari Edison yang paling fenomenal adalah Lampu Pijar, andai kata tidak ada Thomas Alva Edison, mungkin bumi ini sudah gelap gulita tidak ada cahaya lampu dimalam hari, cuma cahaya lilin atau obor yang menerangi kita di malam hari. Kita sebagai generasi setelahnya harus menghormati atas segala jasa penemuannya. Berikut ini adalah biografi dari Thomas Alva Edison

Masa kecil
Ia lahir di Milan, Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847. Pada masa kecilnya di Amerika Serikat, Edison selalu mendapat nilai buruk di sekolahnya. Oleh karena itu ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajar sendiri di rumah. Di rumah dengan leluasa Edison kecil dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri.
Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.
Pada sia 12 tahun ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah dan gula-gula di kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.

Masa muda
Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Hingga mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk 
melakukan percobaan-percobaan teknik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.
Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.

Ia meninggal pada usianya yang ke-84, pada hari ulang tahun penemuannya yang terkenal, bola lampu modern.
Pada tahun 1928 ia menerima penghargaan berupa sebuah medali khusus dari Kongres Amerika Serikat.

Teknologi Sains Dalam Bidang Pangan


Pengertian Teknologi Pangan

Teknologi pangan adalah suatu teknologi yang menerapkan ilmu pengetahuan tentang bahan pangan khususnya setelah panen (pasca panen) guna memperoleh manfaatnya seoptimal mungkin sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah dari pangan tersebut. Dalam teknologi pangan, dipelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Spesialisasinya beragam, di antaranya pemrosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan, dan sebagainya.
Sejarah teknologi pangan dimulai ketika Nicolas Appert mengalengkan bahan pangan, sebuah proses yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Namun ketika itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terkait pangan. Aplikasi teknologi pangan berdasarkan ilmu pengetahuan dimulai oleh Louis Pasteur ketika mencoba untuk mencegah kerusakan akibat mikroba pada fasilitas fermentasi anggur setelah melakukan penelitian terhadap anggur yang terinfeksi. Selain itu, Pasteur juga menemukan proses yang disebut pasteurisasi, yaitu pemanasan susu dan produk susu untuk membunuh mikroba yang ada di dalamnya dengan perubahan sifat dari susu yang minimal.
Sejarah Teknologi pangan di Indonesia menyangkut beberapa aspek, disamping aspek program pendidikan juga berhubungan erat dengan sejarah perkembangan institusi, bidang IPTEK, SDM (Staff, lulusan), prasarana dan fasilitas, juga menyangkut perkembangan lapangan kerja, industri dan perdagangan produk pangan serta dinamika masyarakat dan trend konsumsi pangan.

Manfaat Teknologi Pangan
Adanya teknologi pangan sangat mempengaruhi ketersediaan pangan. Alam menghasilkan bahan pangan secara berkala, sementara kebutuhan manusia akan pangan adalah rutin. Kita tidak mungkin menunda kebutuhan jasmani hingga masa panen tiba. Oleh karena itu, terciptalah teknologi pengawetan sehingga makanan dapat disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Teknik pengawetan juga memungkinkan untuk mendistribusikan bahan pangan secara merata ke seluruh penjuru dunia. Dulu, orang-orang di Eropa tidak bisa menikmati makanan-makanan Asia. Tetapi sekarang karena teknologi pangan setiap bangsa dapat menikmati makanan khas bangsa lainnya.

Pemanfaatan Ilmu Teknologi Dalam Bidang Pangan
Pada zaman yang serba canggih ini, perkembangan teknologi tumbuh dengan sangat pesat. Penguasaan terhadap teknologi komunikasi maupun informasi harus kita miliki dan pahami, jika tidak mau terlindas dan tergerus era yang kaya akan kompetisi. Semakin canggih teknologi, kebutuhan akan memahami teknologi semakin besar, apalagi teknologi informasi maupun komunikasi ini dapat memberikan kemudahan yang begitu besarnya dalam segala bidang, seperti dalam bidang pendidikan, perbankan, kedokteran, industri, pertanian dan sebagainya.
Teknologi informasi sangat banyak membawa kemudahan dan keuntungan tersendiri bagi masing-masing bidang. Salah satu contoh teknologi informasi komunikasi adalah internet. Dengan adanya internet, kita bisa menjelajah dunia tanpa batas. Melalui internet juga kita bisa tau segala informasi yang tersebar di seluruh dunia pun dapat kita lihat dengan mudahnya. Hal ini mengakibatkan, kerja kita lebih efektif dan efisien.
Salah satu contoh lainnya yaitu di bidang Pertanian, Pertanian merupakan salah satu bidang yang perkembangan teknologinya cukup pesat. Walaupun sekarang banyak muncul perkembangan dalam bidang pertanian, akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum paham akan pengaplikasian teknologi, terutama pada masyarakat pedesaan. Namun, jika kita mampu untuk mengaplikasikanya, Ilmu Teknologi akan menjadi sumber manfaat bagi kita.
Berbagai macam kontribusi diberikan oleh ilmu teknologi demi kemajuan dalam bidang pertanian, khususnya dalam teknologi pangan saat ini. Salah satu manfaatnya yaitu sebagai sarana mempermudah proses produksi maupun proses pengolahan pangan. Dengan adanya komputer, proses produksi akan menjadi lebih efektif dan efisien. Sangat berbeda dengan jaman saat teknologi masih minim, semua dikerjakan oleh manusia secara manual. Hal itu akan membuat kerja menjadi kurang efektif dan hanya membuang tenaga serta waktu.
Teknologi pangan merupakan suatu bagian dari proses pertanian industri. Proses dari pertanian industri antara lain, budidaya tanaman, panen, pasca panen, pengangkutan, pengolahan pangan, pengemasan, penyimpanan dan sebagainya. Tahap demi tahap menghasilkan suatu produk makanan yang berkualitas memerlukan informasi, baik dari segi bahan baku, cara pengolahan, maupun cara pengemasannya. Setiap sistem yang diterapkan untuk mendapatkan informasi, harus menghasilkan suatu bentuk output yang akurat dan lengkap dengan memperhatikan efisiensi waktu serta mudah diakses. Ilmu teknologi yang diterapkan dapat berupa pengolahan, pertukaran serta pengelolaan data menjadi suatu informasi.
Manfaat dari ilmu teknologi dalam bidang pangan antara lain:
1. Dapat dijadikan sarana penunjang kreatifitas bagi produsen yang ingin membuat desain-desain produk pangan terbaru.
2. Dengan perkembangan ilmu teknologi, komputer dapat mendukung dengan berbagai macam software yang dibutuhkan dalam pengolahan pangan.
3. Komputer dapat digunakan sebagai pengawas keadaan dari zat-zat kimia dari produk yang akan diolah, sehingga produsen dapat memantau dengan mudah apa yang akan ia produksi.
4. Dari segi pengemasan, mesin-mesin khusus digunakan untuk membuat kemasan dan mengotomatisasi proses ini untuk memaksimalkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi.
5. Iklan serta publikasi produk-produk yang diolah. Jika kita menggunakan luasnya jaringan IT, akan lebih mudah memasarkannya.

Kesimpulan
Dari penjelasan poin-poin yang ada di atas bahwa ilmu teknologi sangat berperan penting dalam suatu proses pengolahan makanan, dari mulai pembuatan desain bungkus produk, hingga marketing via online pun tidak terlepas dari jasa sebuah mesin yang dibuat oleh perkembangan ilmu teknologi pangan.